
Ehm,
Memilih, dalam hidup ini, sering kali kita bertemu dan melakukan kegiatan satu ini. Bahkan, ada pula orang yang mengatakan bahwa hidup itu sendiri ada pilihan, yang berarti, selama kita hidup, kita tidak akan pernah bisa lepas dari pilihan dan memilih. Ada orang yang senang dengan pilihan dan kegiatan memilih, ada pula orang yang lebih suka dipilih,ada pula yang merasa tidak suka memilih, dipilih, pilihan dan sejenisnya.
Mungkin kita juga pernah bertanya dalam hati, apakah kita benar-benar memiliki pilihan dalam hidup ini? Kalau anda merasa tidak memiliki pilihan dalam hidup ini, berarti ada yang salah dalam hidup anda. Kita selalu mempunyai pilihan. Lalu, mengapa suatu saat kita bisa berada dalam situasi yang tidak memungkinkan kita untuk memilih? Jawabannya adalah, kita sendiri yang meniadakan pilihan dalam hidup kita. Kita dapat memilih untuk hidup dengan senyuman, atau dengan tangisan. Kita dapat memilih untuk hidup dengan keceriaan, atau dengan kesedihan. Kita dapat memilih hidup sebagai orang baik, atau sebagai orang jahat. Dan sebagainya.
Dalam kaitannya dalam kehidupan, pilihan memiliki dua hal penting yang mendasari dipilihnya pilihan tersebut oleh empunya pilihan. Yang pertama, adalah berbagai alasan dibalik pemilihan putusan bahwa sesuatu itu menjadi pilihan kita. Atau, terkadang alasan itu begitu simpel, katakanlah mood, tidak sedikit orang yang mmilih suatu pilihan hanya didasrkan pada moodnya ketika memilih. Hasilnya? Tentunya sesuai jika sedang paad mood yang sama ketika memilih. Jika tidak, jangan harap. Terkadang juga, alasannya juga begitu sulit dimengerti, bahkan oleh orang-orang terdekatnya.
Kemudian, yang kedua ialah, asumsi akibat yang ditimbulkan oleh pilihan tersebut. Mengapa kita sebut asumsi?, karena pastinya orang yang memilih hanya bisa berasumsi bahwa apa yang dia pilih akan menjadikannya bisa memiliki sesuatu atau menjalani sesuatu yang dia asumsikan, dari informasi yang dia dapat dari orang-orang di sekitarnya. Yang pernah memilih pilihan tersebut dengan hasil tertentu misalnya, itulah yang dia asumsikan. Disebut asumsi juga karena, toh itu belum terjadi. Karena tidak ada yang 100% didunia ini kecuali ketentuan Allah.
Karenanya, pilihan kini ada didepan anda, silahkan dipilih.
Everything that humans can imagine, Is a possibility in reality.
physicist Willy Karen, taken from One Piece Ch. 218
Bi'idznillah. Tentunya
Salam, (^ ^);
Tidak ada komentar:
Posting Komentar